Senin, 24 November 2008

PAKET VI WISATA BATIK



Batik di kenal sebagai karya indigenous, di dalamnya mengandung eksotisitasan produk baik dari tehnis, motif dan filosofi. Dalam tehnis dilakukan beberapa kali proses untuk menimbulkan warna maupun motif.Dalam motif dkenal aneka model ragam hias seperti Truntum,Parang, Nitik, Gardo dan lain-lain di samping itu juga motif desain beberapa daerah yang mempunyai corak ragam tersendiri, misalnya batik Pasisiran, batik Madura dan lain-lain. Disamping itu tehnis batik juga bisa diaplikasikan ke material non kain, seperti Kayu,bamboo dan lain-lain. Dan motif Batik juga mempunyai makna filosofi tersendiri seperti Truntum mengandung makna Bunggah-Bahagia-puas. Bahkan motif batik juga mengandung nilai Sakral misalnya motif Parang yang di dalam ikonografis berupakan pengoahan grafis huruf la ila ha ilallah, juga motif batik bisa menjad magis seperti motif Tambal yang didalamnya ada huruf huruf al-Qur’an seperi yang di kenakan sebagai baju kebesarannya Raja Jogjakarta Hamangkubuwono VII.

Paket wisata batik ini menggabungkan antara Education, Studi Koparatif, Shoping, Kulineri dan Traveling

PAKET V WISATA BUDAYA JAWA



Budaya Jawa sebagai budaya yang unik dan menarik bagi Indonesianis maupun bagi orang awam disamping sebagai suku mayoritas juga sebagai budaya dominan ,di dalamnya mengandung berbagai arus sosial yang kuat dari demensi seni,budaya, politik sampai mistik . Produk budaya legendaries Jawa di akui sebagai warisan budaya dunia misalnya Keris, Wayang Kulit.disamping itu tradisi Batik seni mistik seperti tari Bedoyo sampai legenda mistik banyak dipunyai.

Kekayaan khasanah dan mistrinya budaya Jawa menjadi acuan menarik untuk di kemas dalam paket wisata Budaya Jawa yang dirangkai beberapa metode Traveling yang menarik seperti Education Cultural,Traveling,Kulinari dan Performent Art.

PAKET I V WISATA CANDI



Wisata Candi selama ini didekati murni dari sudut akademis – arkeologis dengan kongklusi klasik melihat candi dari sudut pandang peninggalan agama hindu dan budha, pendekatan tersebut tidak mampu mengantarkan pesan simbolis candi yang penuh makna filosofis dan spiritual. Wisata ini melihat candi dengan pendekatan spiritual artinya bahwa semua candi adalah visualisasi symbol atas teks spiritual, membaca teks visual ini biasanya disimplifikasikan dan terreduksi menjadi persoalan status bangunan, apakah candi ini bercorak Budha atau Hindu, pendekatan seperti ini menghilangkan makna yang terpahat di setiap ornament.

Wisata candi melihat candi dengan pendekatan pola spiritual yaitu pola ritual Pradaksina – waisnawa dengan ikon dewa Wisnu dan pola ritual Prasawiya dengan ikon dewa Siwa. Pada pola Waisnawa teks candi di baca sebagai tuntunan hidup atau ajaran teologis, atau dimensi eksoteris sedangkan pola ritual Prasawiya teks candi dibaca tentang sebagai ajaran perjalanan ke langit atau spiritual dimensi esoteris.

Disamping pendekatan pola ritual tersebut wisata Candi juga menggunakan metode analisa bahasa yaitu candi yang bercirikan struktur bahasa Sansekerta atau Sanskrit dan stuktur bahasa Prakrit atau pali. Dengan ciri kalau Sanskrit model Visualisasi candi lebih metafor dan tinggi contohnya candi Sambisari sedangkan Prakrit model visualisasi lebih jelas dan sederhana contohnya candi Borobudur

Candi sangat menarik di lihat dari berbagai macam perspektif misalnya dari seni carving, arsitektur, filosofis-semiotika dan spiritual.

Paket ini menggabungkan antara eksplorasi Arkeologis, Javanis performent art, Spiritual dan Traveling

PAKET III WISATA SPIRITUAL DINASTI MATARAM



Traveling ini dikemas sebagai proses menemuan sangkan paraning dumadi dan menemuan jalan-jalan kelangitan yang banyak ditemui dalam coding artefak-artefak arkeologis juga literature klasik. Dalam wisata spiritual Dinasti Mataram , obyek yang di pilih adalah Kraton, petilasan, makam ,tempat-tempat histories dan tempat spiritual.

Pengetahuan akan Kraton akan membuka coding akan makna bangunan arkeologis-arsitektural sebagai arsitektur mystical juga pada ornamennya. Sedangkan perjalanan ke makam, petilasan untuk menghantarkan kekonsep sangkan paran proses regresi-atau perjalanan mundur menjadi penting untuk mengetahui geneologi spiritual,berangkat dari peninggalan para pendiri Dinasti Mataram karena mereka adalah representative dari budaya Jawa yang terkenal sebagai budaya spiritual maka akan bertemu dengan coding spiritual yang mereka bangun. Obyek tersebut dibreak down kedalam paket paket wisata spiritual.

Tehnik atau metode traveling spiritual adalah membuka coding artefak arkeologis dan menjadikan aura tempat tersebut sebagai stimulus olah rohani,dengan pemahaman coding spiritual dan olah rohani tersebut diharapkan peserta dapat mendapatkan pengalaman rohani dan tercerahkan. Juga dikenalkan produk budaya spiritual seperti membatik yang kental dengan tehnik olah roso, meditatif dan motif-motif klasiknya yang filosofis.

PAKET II WISATA SPIRITUAL JAWA KUNO


Saat ini masalah split personality, alienasi dan symptom neurosa menjadi fenomena umum di kota-kota besar, permasalahan tersebut ada yang menyalahkan kegagalan proyek modernisme yang terlalu mengangungkan rasionalita dan memandang hidup secara mekanistis sebagai wujud konsekwensi pandangan moderisme tentang manusia sebagai homo faber- manusia pekerja. Dengan mengesampingkan manusia yang menurut Marcuse filsuf Jerman Manusia itu multi dimensional.Dalam konsep modernisme manusia di orientasikan menjadi mesin produksi yang bernama Kapitalisme.Mereka yang beruntung mendapat rezeki yang berlimpah tetapi menghindap simtom nerausa, split personality, alienasi, belum lagi kerusakan lingkungan dari proses ekplorasi alam yang berlebihan.Dan yang tidak beruntung diterpa kemiskinan structural dan ditambah beban recycle bin Kegagalan proyek modernisme. Secara -eksistensialitas individual- ada yang meresponya dengan menggunakan obat-obat terlarang spykotropika untuk mengatasi rialitas dengan ascape from reality.

Problem kejiwaan dan eksistensial ini akhirnya banyak di respon oleh kelompok-kelompok pengolah kejiwaan,yang banyak menjamur dikota-kota besar, kelompok-kelompok tersebut menggunakan aneka metodelogi untuk mengatasi proplem eksistensial manusia modern.Dalam kaitan ini Treveling juga merupakan sarana metodelogi dalam proses pengenalan diri kembali.

Traveling ini dikemas sebagai proses menemuan sangkan paraning dumadi dan menemuan jalan-jalan kelangitan yang banyak ditemui dalam coding artefak-artefak arkeologis juga literature klasik. Dalam wisata spiritual Jawa Kuno atau Dinasti Mataram kuno ini obyek yang di pilih adalah candi, dan tempat spiritual.

Pengetahuan akan Candi-Candi membuka coding tentang makna bangunan arkeologis-arsitektural sebagai arsitektur mystical juga pada ornamennya. Artinya bangunan –bangunan tersebut mengajarkan kepada kita akan pengetahuan perjalanan rohani manusia kepada penciptanya.Selama ini wisata ke candi yang tercover hanya disisi arkeologis semata tidak menjentuh aspek esoteris, yang sebetulnya pada sisi itulah keberadaan sebuah candi menjadi berarti bagi sebuah coding peradaban. Coding peradaban yang tersirat dan tersurat melalui interpretasi semiotika adalah mengajak manusia untuk kembali kepada konsepsi original kemanuisaan yaitu harmoni – komunikasi – korelari antara mikro kosmos dengan makrokosmos atau manusia dengan penciptanya, atau dalam bahasa teologi hulul – union mistica - manunggaling kawulo-gusti. Obyek-obyek tersebut dibreak down kedalam paket paket wisata spiritual.

Tehnik atau metode traveling spiritual adalah membuka coding artefak arkeologis dan menjadikan aura tempat tersebut sebagai stimulus olah rohani,dengan pemahaman coding spiritual dan olah rohani tersebut diharapkan peserta dapat mendapatkan pengalaman rohani dan tercerahkan. Dan mengunakan pendekatan training outbound, motifation training dan meditasi training yang dikemas dalam paket wisata.