
Wisata Candi selama ini didekati murni dari sudut akademis – arkeologis dengan kongklusi klasik melihat candi dari sudut pandang peninggalan agama hindu dan budha, pendekatan tersebut tidak mampu mengantarkan pesan simbolis candi yang penuh makna filosofis dan spiritual. Wisata ini melihat candi dengan pendekatan spiritual artinya bahwa semua candi adalah visualisasi symbol atas teks spiritual, membaca teks visual ini biasanya disimplifikasikan dan terreduksi menjadi persoalan status bangunan, apakah candi ini bercorak Budha atau Hindu, pendekatan seperti ini menghilangkan makna yang terpahat di setiap ornament.
Wisata candi melihat candi dengan pendekatan pola spiritual yaitu pola ritual Pradaksina – waisnawa dengan ikon dewa Wisnu dan pola ritual Prasawiya dengan ikon dewa Siwa. Pada pola Waisnawa teks candi di baca sebagai tuntunan hidup atau ajaran teologis, atau dimensi eksoteris sedangkan pola ritual Prasawiya teks candi dibaca tentang sebagai ajaran perjalanan ke langit atau spiritual dimensi esoteris.
Disamping pendekatan pola ritual tersebut wisata Candi juga menggunakan metode analisa bahasa yaitu candi yang bercirikan struktur bahasa Sansekerta atau Sanskrit dan stuktur bahasa Prakrit atau pali. Dengan ciri kalau Sanskrit model Visualisasi candi lebih metafor dan tinggi contohnya candi Sambisari sedangkan Prakrit model visualisasi lebih jelas dan sederhana contohnya candi Borobudur
Candi sangat menarik di lihat dari berbagai macam perspektif misalnya dari seni carving, arsitektur, filosofis-semiotika dan spiritual.
Paket ini menggabungkan antara eksplorasi Arkeologis, Javanis performent art, Spiritual dan Traveling
Wisata candi melihat candi dengan pendekatan pola spiritual yaitu pola ritual Pradaksina – waisnawa dengan ikon dewa Wisnu dan pola ritual Prasawiya dengan ikon dewa Siwa. Pada pola Waisnawa teks candi di baca sebagai tuntunan hidup atau ajaran teologis, atau dimensi eksoteris sedangkan pola ritual Prasawiya teks candi dibaca tentang sebagai ajaran perjalanan ke langit atau spiritual dimensi esoteris.
Disamping pendekatan pola ritual tersebut wisata Candi juga menggunakan metode analisa bahasa yaitu candi yang bercirikan struktur bahasa Sansekerta atau Sanskrit dan stuktur bahasa Prakrit atau pali. Dengan ciri kalau Sanskrit model Visualisasi candi lebih metafor dan tinggi contohnya candi Sambisari sedangkan Prakrit model visualisasi lebih jelas dan sederhana contohnya candi Borobudur
Candi sangat menarik di lihat dari berbagai macam perspektif misalnya dari seni carving, arsitektur, filosofis-semiotika dan spiritual.
Paket ini menggabungkan antara eksplorasi Arkeologis, Javanis performent art, Spiritual dan Traveling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar