Senin, 24 November 2008

PAKET II WISATA SPIRITUAL JAWA KUNO


Saat ini masalah split personality, alienasi dan symptom neurosa menjadi fenomena umum di kota-kota besar, permasalahan tersebut ada yang menyalahkan kegagalan proyek modernisme yang terlalu mengangungkan rasionalita dan memandang hidup secara mekanistis sebagai wujud konsekwensi pandangan moderisme tentang manusia sebagai homo faber- manusia pekerja. Dengan mengesampingkan manusia yang menurut Marcuse filsuf Jerman Manusia itu multi dimensional.Dalam konsep modernisme manusia di orientasikan menjadi mesin produksi yang bernama Kapitalisme.Mereka yang beruntung mendapat rezeki yang berlimpah tetapi menghindap simtom nerausa, split personality, alienasi, belum lagi kerusakan lingkungan dari proses ekplorasi alam yang berlebihan.Dan yang tidak beruntung diterpa kemiskinan structural dan ditambah beban recycle bin Kegagalan proyek modernisme. Secara -eksistensialitas individual- ada yang meresponya dengan menggunakan obat-obat terlarang spykotropika untuk mengatasi rialitas dengan ascape from reality.

Problem kejiwaan dan eksistensial ini akhirnya banyak di respon oleh kelompok-kelompok pengolah kejiwaan,yang banyak menjamur dikota-kota besar, kelompok-kelompok tersebut menggunakan aneka metodelogi untuk mengatasi proplem eksistensial manusia modern.Dalam kaitan ini Treveling juga merupakan sarana metodelogi dalam proses pengenalan diri kembali.

Traveling ini dikemas sebagai proses menemuan sangkan paraning dumadi dan menemuan jalan-jalan kelangitan yang banyak ditemui dalam coding artefak-artefak arkeologis juga literature klasik. Dalam wisata spiritual Jawa Kuno atau Dinasti Mataram kuno ini obyek yang di pilih adalah candi, dan tempat spiritual.

Pengetahuan akan Candi-Candi membuka coding tentang makna bangunan arkeologis-arsitektural sebagai arsitektur mystical juga pada ornamennya. Artinya bangunan –bangunan tersebut mengajarkan kepada kita akan pengetahuan perjalanan rohani manusia kepada penciptanya.Selama ini wisata ke candi yang tercover hanya disisi arkeologis semata tidak menjentuh aspek esoteris, yang sebetulnya pada sisi itulah keberadaan sebuah candi menjadi berarti bagi sebuah coding peradaban. Coding peradaban yang tersirat dan tersurat melalui interpretasi semiotika adalah mengajak manusia untuk kembali kepada konsepsi original kemanuisaan yaitu harmoni – komunikasi – korelari antara mikro kosmos dengan makrokosmos atau manusia dengan penciptanya, atau dalam bahasa teologi hulul – union mistica - manunggaling kawulo-gusti. Obyek-obyek tersebut dibreak down kedalam paket paket wisata spiritual.

Tehnik atau metode traveling spiritual adalah membuka coding artefak arkeologis dan menjadikan aura tempat tersebut sebagai stimulus olah rohani,dengan pemahaman coding spiritual dan olah rohani tersebut diharapkan peserta dapat mendapatkan pengalaman rohani dan tercerahkan. Dan mengunakan pendekatan training outbound, motifation training dan meditasi training yang dikemas dalam paket wisata.

Tidak ada komentar: